Langsung ke konten utama

Komunitas itu bernama : NGESEC


Berawal dari sebuah obrolan pada group Telegram "Kali Linux Indonesia". Group ini bercerita tentang penggunaan sistem operasi Kali Linux, beserta cara-cara melakukan penetration testing. Apa itu penetration testing? Penetration Testing adalah suatu proses produksi yang digunakan untuk menguji apakah sebuah sistem (web misalnya), telah aman dari berbagai macam celah yang memungkinkan dieksploitasi. Group itu berkembang hingga ribuan user, yang pada akhirnya cukup sulit untuk dikelola saat terjadi debat atau percandaan yang agak setengah keterlaluan :P.

Tim Jogja, suatu ketika, di bulan April 2017 melakukan pertemuan antar para anggota, lokasinya di Kelas Pagi Yogyakarta, sebuah creative space di kawasan jalan Katamso. Di sana kami semua berkenalan, kemudian saling berbincang. Kami bersepakat untuk berkumpul setiap Rabu malam, meski tempat tersebut bernama Kelas Pagi :D.

Pertemuan Pertama Cikal Bakal NGESEC
Di sana akhirnya kita juga bersepakat untuk membuat nama. Nama yang unik dan mudah diingat. Kami bersepakat dengan nama : NGESEC. Ngelab & Ngerumpi Security. Selain pertemuan rutin tiap Rabu malam, kami kadang juga mengadakan suatu event. Event ini biasanya diisi oleh seseorang nara sumber. Kadang juga event ini bersifat online, antara member Jogja dengan member lain daerah. Kadang juga event ini diadakan di luar creative space Kelas Pagi Yogyakarta. Seperti yang pernah dilakukan di BPPTKG dalam rangka supporting kegiatan BPPTKG. Pernah juga dilakukan di Museum Sandi. Ada yang pernah tahu museum Sandi?

Salah satu online pamflet yang disebar saat akan ada kegiatan NGESEC

Acara NGESEC untuk umum di MUSEUM SANDI

Ramai juga acaranya, meski hujan lebat

Acara di BPPTKG


Pada Februari 2018 komunitas ini membuka sebuah community website beralamat di : NGESEC.ID. Website ini selain digunakan untuk belajar para anggota komunitas, juga berfungsi untuk publikasi beberapa hal yang penting untuk dipublikasi. NGESEC membagi membernya menjadi beberapa group, antara lain : group Blue Team, group Red Team, dan beberapa group spesifik terkait dengan pekerjaan yang sedang dilakukan. 


Pada bulan Mei, untuk memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei, komunitas ini merilis sebuah ebook yang berisi tentang cerita latar belakang dan motivasi para pegiat IT Security. Kegiatan ini berlangsung sejak bulan Februari, hingga akhirnya dirilis pada sebuah halaman di community website NGESEC.ID : https://ngesec.id/agenda/buku-elektronik-secstory-security-story/

File dapat didownload di https://github.com/NgeSEC/SecStory

Banyak cerita menarik di sana, yang dapat dijadikan acuan dan motivasi para pelajar atau IT enthusiast yang sedang mendalami IT. Ada juga dong, cerita saya mengapa harus terjerumus di bidang IT. 👊👊👊😄😄😄

Pada suatu ketika, NGESEC ini mendapatkan mandat untuk mengetest beberapa website di lingkungan beberapa institusi pemerintahan. Kegiatan lain teman-teman NGESEC ini antara lainnya lagi adalah memberikan bantuan untuk yang membutuhkan Kerja Praktek, PKL / Magang, hingga Skripsi. Di sana juga berkumpul para praktisi IT yang sering juga memberikan informasi lowongan kerja, lowongan job temporer, magang, hingga program yang sekarang sedang marak : Platform Bug Bounty.

Hingga saat ini, kegiatan Rabu malam di Kelas Pagi Yogyakarta, hampir tidak pernah absen dari kegiatan NGESEC. Oh ya di Kelas Pagi tersebut juga berjalan komunitas lain seperti Fotografi (ini justru yang utama), menari, hingga masalah bahasa. Tempat makan tersedia di sekeliling ruang, sehingga tak perlu sulit untuk mencari camilan saat acara. Kadang juga acara NGESEC rutin harus berbenturan waktu dan ruang dengan kegiatan lain yang momentnya kadang lebih penting, dan KPY telah memiliki cadangan ruang lainnya untuk digunakan berkomunitas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelamun Tak Pernah Secengeng Yang Kau Kira

  Kunyanyikan beberapa potong lagu, selang-seling irama bahagia dan irama sendu. Tiba-tiba datang dirimu, yang berkata : " Hai kau, ada apa dengan dirimu, melamun diri di bawah awan kelabu? ". Sambil tersenyum geli, kulanjut laguku. Tapi kau terus memburu. " Ada apa dirimu? Apakah dalam tekanan kalbu? Atau kau dilanda rindu? Ceritakan padaku! Aku perlu tahu.. Jangan sampai nanti kau terlambat sesali dirimu " Aku coba berganti irama. Irama riang irama bahagia. Tetapi otakmu terlalu dalam berkelana. Sehingga asumsimu sesat karenanya. Ah, aku peduli apa?  Hai.. Terima kasih pedulimu. Aku tak sedang berduka. Aku tak sedang merindu. Aku tak sedang seperti apa yang ada di benakmu. Aku berdendang bernyanyi, menghibur diri. Aku bukan siapapun. Tak usah kau kulik apa yang ada di dalam diriku. Aku bukan siapapun. Aku bukan sedang menyanyikan kecengengan. Aku bukan apa yang terjadi pada diriku. Aku adalah apa yang terjadi yang kupilih. Kenangan Ramadan 2023...

Simpanan Gambar, dan Pesan Untuk Masa Depan

Gambar ini saya ambi di bulan Juli 2018, di pesawahan jalan Kronggahan, Sleman, DIY. Tepatnya di seberang kantor Stasiun Pemantauan Cuaca BMKG. Saya membatin, apakah 10 tahun ke depan pemandangan senja ini bisa didapatkan generasi setelah saya? Tak butuh 10 tahun. Pemerintah lebih suka melebarkan jalan, mengalahkan sebagian sawah, agar dapat membuang arus lalu lintas yang padat daerah Denggung. Namun tetap saja, Denggung macet, jalan Kronggahan juga macet. Sawah kalah, dibanguni kafe dan perumahan/pemukiman yang mulai ada. Tidak hanya tempat ini tentunya. Banyak tempat lain yang bakal hilang.  Kelak saya akan post lagi kisah seperti ini. Agar anak cucu tahu, dulu mudah sekali dapat tempat dan pemandangan semewah ini. Atau entah mungkin anak cucu lebih suka pemandangan kemacetan atau hingar bingar...

Selamat Jalan, Keluarga Depan Rumah....

Covid-19 benar-benar luar biasa. Tak pernah saya sangka, kita masuk dalam generasi yang harus ketemu dengan wabah super ini. Korbannya tak tanggung-tanggung. Hari ini, kasus Indonesia ada 36 ribu lebih kasus harian. Angka kesembuhan harian baru di angka 32 ribu, masih tomboh 4 ribuan yang kecatat. Rumah sakit terpantau penuh di pulau Jawa. Sering terdengar suara pengumuman meninggal lewat pengumuman masjid..  Sosial media dipenuhi kata "Innalillahi", "RIP", "Permohonan darah konvalesen", "Permohonan tabung oksigen", "Permohonan info rumah sakit".  Hingga pada akhirnya, beberapa orang dalam lingkaran yang kita kenal dekat, yang kita harapkan kehidupannya, mereka akhirnya meninggal. Kita tidak dapat melayat, tidak dapat ditunggui juga, karena dicegah dengan protokol kesehatan. Mereka syahid. Kita makin nggrantes lagi dengan wafatnya para nakes. Andalan kita.  Hari ini, saya mendapatkan kabar duka cita dari kerabat di Wonosobo. Yaitu kelua