Waktu kecil saya pernah bertanya pada bapak saya. "Kok bapak bisa mengeluarkan asap dari mulut?" "Apa itu yang ada di bibir bapak? Kok ada apinya?". Ya, bapak saya adalah seorang perokok aktif. Tanpa mengurangi rasa hormat saya, saya juga akan menceritakan bagaimana bapak menghibur saya dengan mainan asap rokok yang sesekali ditiupkan ke kami. Kami senang sekali diberi mainan asap itu. Bapak bilang : "tapi kamu tidak boleh, masih kecil. Ini namanya rokok. Udut" Kadang, kami sesekali juga disuruh ke warung untuk membeli rokok Jarum 76 kegemaran bapak, kalau tidak salah jaman dulu harganya 225 rupiah perbungkus. Lebih mahal sedikit dari pada harga sepiring nasi dengan sayur empes tahu dan tempe kemul. Kira-kira, saya masih usia lima tahun saat itu. Masa kecil saya di Wonosobo, yang erat dengan lingkungan para perokok-perokok muda. Entah alasan daerah yang dingin, atau entah memang alasan daerah penghasil tembakau. Tak main-main, mereka merokok dengan membeli...
Ruang euforia bimosaurus... Bukan pakai AI