A Woman named WVF

Tidak. Ini bukan cerita cinta, bukan fiksi. Bukan. Ini juga bukan cerita indah. Bukan juga cerita layaknya keinginan orang Indon yang "sad first happy ending". No. Jika sampeyan berharap itu, silakan baca artikel lain saja. Ini cerita hampa. Oh ya. Ini bukan juga obrolan IT. Jika berharap obrolan teknis IT, pergi ke blog saya lainnya. Iya, memang melibatkan sedikit cerita IT. Tapi ini cerita hampa. Cerita laper, caper dan baper. Lanjutkan jika tak percaya, berhentilah jika merasa tak suka. Etapi protes juga tak apa.


Kamis, 26 Juli 2012

Kambing lahir sebagai kambing. Macan lahir, sebagai macan. Macan dapat dijinakkan, tetapi karakter naluriah tetap sebagai macan. Potensi dia menerkam siapapun, adalah bawaan macan. 

Hmm.. agak dikit malu memulai... Tapi ya sudah, kita mulai saja. Dulu, 8 tahun silam masa menganggur menjadikan gejolak-gejolak otak saya tak lagi mampu saya tahan. Karakter asli saya bermunculan. Muncul dalam emosional, muncul dalam cuitan, keluar dalam umpatan. Tak pelak juga di dunia maya.

Protes-protes pada kebijakan pemerintah, kebusukan politik dan politisi, pemberangusan, mematikan budaya, perusakan alam dengan sang perusak yang terlindungi pemerintah, hingga segudang kebusukan kekuasaan di negeri ini menjadikan bangkitnya urat kewaspadaanku, menjadi mulai melawan. Kebetulan, skill dan pengalaman yang kupunya juga sangat memungkinkan untuk melakukan aksi protes tanpa diketahui. Nah... mulai.. mulai...

Jari-jari kasar itu menjadi konversi tumpahan sampah otak, menjadi sebentuk aksi di atas papan ketik. Satu dua coba-coba, tiga empat dapat jalan, selanjutnya memaksa. Satu situs web harus jatuh ke tangan hacker. Sorry, bukan. Cracker tepatnya. Saya melakukan cracking sebuah web milik kementerian. No, this is not something good

Temuan suspect itu saya simpan untuk besok. Skenario yang tepat memang besok. Jumat. Jumat adalah hari baik. Bukan hari baik versi mitologi weton ataupun pasaran. Tapi karena Jumat sore adalah hari kerja terakhir dalam satu pekan. Hari di mana para pegawai sibuk untuk libur, hari di mana para penjaga server dan penjaga web bersenang bersama keluarga. Hari di mana banyak yang terlena. Apalagi Jumat terakhir bulan Juli adalah Sysadmin Day. Ah. Pas sekali. Mereka akan libur, server lengah penjagaan. Eh? Sysadmin Day? Hari buat aku, atau hari buat memberikan hadiah bagi mereka?? Mbuh, yang penting temuan itu buat besok saja...  Buat beraksi.. 

.

.

Saya juga telah siapkan backdoor untuk masuk kembali ke situs tersebut via jalur belakang, berjaga aja sih kali aja illegal script-ku telah ditemukan oleh admin tak berdosa itu. Saya simpan tidak satu dua. Saya jalankan script, dia ada di tiap script PHP yang ada di sana. Mungkin seratus? Dua ratus? Entah... Tergantung iteratif loopnya. 


Jumat, 27 Juli 2012

Happy Sysadmin Day 2012!!!

Jumat akhir Juli. Ehm... anu, saya tidak lagi sabar menunggu pukul tiga sore. Satu detik, dua detik terasa begitu lama. Sembari kuformat sebuah halaman HTML bertuliskan HACKED!. Kuhapus lagi tulisan merah darah berlatar belakang hitam itu. Saya nggak mau sama seperti orang lain dalam membobol 'rumah maya' orang.. Saya buat ulang, saya ganti warna biru muda, dengan tulisan lembut. Kuisikan protes dan titipan protes para teman. Saya sisipkan kata maaf juga di sana. 

Pukul 13.00. Kuperiksa kembali traffic dan aktivitas yang ada di server itu. Sepi. Kurva akses mulai turun. Kuupload halaman itu. Kutest lewat halaman browser. Selesai. Dag-dig-dug. Dan... voila... 




Kubuka kembali twitter saya dengan alter account.. Kumention orang-orang terkenal, kupaste halaman defacement itu... Satu dua twit berlangsung tanpa reaksi... Sepuluh dua puluh spam twit, ah mungkin antara setengah sampai satu jam...  mulailah drama bergejolak.

Kupantau perkembangan kata "dep***" (sebuah kementerian), makin lama makin mantab. Kunikmati reaksi orang, baik yang kelakar maupun hati kebakar. Baik yang tertawa maupun mencela. Baik yang menggurui, emosi, ataupun membela. Aku menikmati konflik di sana. Sungguh seperti kisah seorang psikopat. Kubuka akun pribadiku, aku ikut menanggapi seolah bak ahli.. Sysadmin Day ku, cukup indah tapi absurd. Puas. 

Time to dolan... Kumatikan semua tunnel dan vpn luarku. Aku tutup laptop, aku jalan-jalan. 

Malam aku membuka kembali laptop, dan kupantau tweetdeck ku... Belum lagi kuketikkan kata kunci "dep***" eh, lhah kok sudah trending. Kuklik trending itu... Halaman defacement itu sudah diangkat di situs berita nasional pula. Ini adalah skenario hacking saya yang kuharapkan, sebuah protes yang dapat diangkat dalam media nasional. Meski caranya absurd, tak kesatria, tak penting. Penting aku menikmati. Kubaca, okey, sudah cukup untuk dapat mewakili isi hati saya dan teman-teman... Hweeek...emang halaman itu sudah dihapus, tapi berita yang sudah boom tak mungkin dapat ditahan lagi. Satu lagi kubilang "hwek", backdoor belum dihapus...

Kunikmati lagi semua celoteh polemik di dalam twitter itu. Senang? Puas? Lucu? Entah juga rasanya.... Satu scroll, dua halaman scrolling, lanjut dan lanjut... Berhentilah saya pada sebuah pernyataan seperti ini: 

"Waduh, ini yang kena hack, hasil pekerjaan suamiku yang belum selesai dikerjakan"

Saya kurang ingat detil kata-katanya. Sayang sekali akun itu sekarang sudah suspended. Dia seorang wanita berinisial WVF. Wajahnya keibuan. Masih muda. Saya trace di twitternya. Mulailah drama itu bermula. Hati saya bergejolak kencang. Di sana terekam sebagian cerita kehidupannya yang sedang terundung duka.

Suaminya, bekerja sebagai seorang webapp developer di sebuah software house di sekitar Jakarta dan Tangerang. Dia berjuang mencari nafkah untuk keluarganya. Namun sebuah penyakit, kanker paru-paru yang diderita si mas itu, pada akhirnya memisahkan dunia mbak WVF dengan suaminya. Ada satu foto si mbak WVF ini memeluk suaminya yang sedang duduk di kursi roda. 😭

Penjahat model apa saya ini???

Kutrace semua pribadi mbak WVF yang terindeks di internet. Saya googling. Twitter dan lain-lainnya kubongkar-bongkar. Dapatlah data-data tentang mbak ini. Tempat kuliahnya, tinggalnya dan lain sebagainya. Urat-urat saraf garangku berubah... Melumer. Potensi ledakan emosiku, surut, letoy tak berdaya dihadapkan pada kenyataan seperti itu. 


Minggu, 29 Juli 2012

Stalking mbak WVF masih berlanjut, makin tidak kuat.. Akhirnya dengan menggunakan email sampingan, saya meng-email mbak WVF. Lebay mungkin. Luweh, apa orang bilang, porah jidor breh apa reaksi orang. 

Saya bilang, saya jelaskan semua di sana. Tentang aksi, reaksi hingga stalking. Tentang perasaan saya sesama pejuang keluarga, sama-sama buruh IT, cuma bedanya adalah saya cukup kemaki, nggaya, sok jagoan, keminter lagi.. sementara suaminya adalah seorang victim, tak berdosa, pejuang sampai mati untuk keluarga...

Alamat email si mbak itu, saya dapatkan dari hasil stalking dan cari-cari data di internet. Semoga tak salah alamat email...  Nama seperti mbak WVF itu pun juga agak sangat jarang si... Jadi saya yakin akurasi tebakan saya akan alamat email itu 99.9%

Sudahlah. Hari itu hanya menebak dengan H2C. Kuakhiri saja hari itu.


Senin, 30 Juli 2012

Saya coba buka email. DIRESPON. Situ tau rasanya kayak apa mbuka email gituan?? Deg dag dig dug dig dag dig der. Lebay? Biarin. Tiap orang punya sisi lebay bagi orang lainnya. 

Ceklik... 

Beliau memaafkan saya. Beliau juga menceritakan tentang pekerjaan tim suaminya yang sedang menjadi konsultan di kementerian tersebut. Dia juga meminta, sebagai wujud permintaan maafku, aku harus menyampaikan beberapa celah penting yang terdapat dalam sistem itu. Dia bilang, dia juga ingin berperan dalam sisa pekerjaan suaminya. Saya kirimkan email seluruh daftar celah keamanan krusial situs dan server tersebut. Beliau menerimanya. Bagiku, kurasa itu sudah wujud permaafannya. 

Saya follow dia di sosmed dan Linkedin-nya, dengan akun saya yang lain, yang setidaknya tidak menarik kecurigaannya. Tapi saya gak tau juga dia curiga ndak... Wong wedok itu kan punya indera yang aneh dan tidak terlacak oleh pelacak indera lelaki 😔 

Dalam pantauan saya, dia aktif mengikuti sebuah komunitas yang bergerak dalam kasus-kasus kanker. Beliau sering menggunakan hashtag #cancerSurvivor. Sepertinya dia begitu mencintai suaminya hingga akhirnya dia mengambil langkah itu. Saya rasa, cerita itu cukup, dan berlalu, setidaknya baginya. Eh bagiku juga. 

Beberapa tahun sesekali aku melihat sosmednya dan stalking tentangnya, terutama kalau lewat di linimasaku.. Tapi lama-lama, itu berlalu. Terlupa sudah olehku.

--- END OF PART 1 --


Kamis, 26 Agustus 2020

Delapan tahun setelah kejadian itu. Kembali "tanpa sengaja" saya menemukan beberapa bug/celah yang ada dalam sebuah kementerian. Saya cuwekin. Entah saya males ngurusi lagi syaithonirojim macam itu.  Ya sudah, saya akhirnya cuma dump database liat-liat. Tiba-tiba, terbersit kembali akan kisah mbak WVF yang sudah berlalu itu. 

Saya jadi sadar bahwa tak pernah lagi kudapatkan kisah cerita si mbak WVF itu. Saya buka twitternya.. SUSPENDED. 


Ada yang saya rasakan aneh.. Search engine tidak lagi memberikan data yang cukup banyak tentang si mbak itu. Lantas saya explore lagi. Postingan instagram dia yang digunakan sebagai media berdagangnya, berhenti di bulan Juni 2019. Facebook, ada data publiknya. Pun posting telah berhenti di 2019 tersebut. Saya asumsikan bahwa si mbak ini telah mengeset privasi akses FB nya.

Lantas saya mulai deg-deg lagi... Melihat sebuah postingan di https://kitabisa.com, seorang teman beliau memposting tentang kebutuhan dana bagi mbak WVF. Di sana ada foto mbak WVF terkulai. Di sana diberitakan bahwa si mbak tersebut ternyata juga menyandang sakit kanker payudara dan vertigo. Angka sumbangan berhenti di sekitar 8.5 juta, dari 15 juta yang ditargetkan. Itu adalah bulan Juli 2019.

Nah, pertanyaannya, sekarang beliau sembuh atau tidak? (Duh... saya tu bukan siapa-siapa dia, ngapain cari-cari info ginian ya?). Saya mulai pergi ke instagram. Kemudian saya cek di account jualannya.. Belum dapat pencerahan juga. Saya cari hashtag tentang dia... Nah... di sana ternyata terkuak.. Seorang lelaki memposting foto keluarga dan dia menyampaikan ucapan perpisahan pada istrinya. Si istri itulah si mbak WVF itu. Mbak itu menikah lagi dan dikaruniai anak. Dari posting itulah saya tahu bahwa si mbak WVF juga telah meninggal sekitar bulan Juli - Agustus 2019. Rupanya kanker juga telah menggerogoti mbak WVF, dan mempertemukannya dengan suami pertamanya setelah terpisah 7 tahunan.

Kemudian saya nekat membuka satu posting terakhir Facebooknya. Posting terakhirnya adalah sebuah shared video olehnya, yang berisi tentang seorang ustadz yang share tentang kematian. Si mbak memposting dengan ditambahkan emoticon sedih. Kemudian saya lihat hanya ada empat komentar utama. Komentar itu ternyata salah satunya bertuliskan "Postingan terakhirnya"



.

.

.

---sudah---

Setiap akhir, adalah awal yang baru. Jujur saja. Salah satu penyebab saya berhenti "nakal", adalah kejadian tahun 2012 itu. Si mbak WVF itu terlibat sebagai jalan gusti Allah memperingatkan saya. Hal yang kita anggap sepele, kadang adalah hal yang berat buat orang lain. Kadang kita berniat protes, namun kadang yang kena adalah sesama yang mirip kita. Kita ingin menghantam gajah, namun sayang... sesama pelanduk justru terkena dampaknya. Sadarkan diri saja bahwa setiap perbuatan kita akan membawa dampak. 

Mbak WVF.. kau bukan siapa-siapa. Aku juga bukan siapa-siapamu. Tak ada interaksi selain di email itu. Tak ada. Situ mungkin tak pernah membayangkan ada hantu macam aku. Namun kini kau justru jadi hantu bagiku. Saya yakin situ juga tak pernah menyadari bahwa anda telah memperingatkan saya. Situ telah membawa manfaat bagi orang lain. Kini saya berharap, keluarga yang mbak dan mas tinggalkan, akan menjadi keluarga yang sehat, bahagia, panjang umur, beruntung dan berguna bagi orang lain. Saya nggak tahu si, kalau suami mbak yang masih ada suatu ketika akan membaca ini, atau anaknya si mbak, atau teman-teman dekat si mbak membaca ini.. lantas mereka menyadari bahwa saya menulis tentang kisah absurd dalam petualangan saya... mereka akan bereaksi bagaimana.. Ya semoga saja saya bisa bersilaturahim dalam keadaan baik dan sehat semua. Mbak WVF dan mas unknown itu semoga juga sudah berbahagia di alam sana. Hanya urun doa dan Al Fatihah saja yang dapat saya lakukan.. 

Gusti Allah, panjenengan itu jan... nek paring pelajaran kehidupan, kadang antara lucu ndak lucu, kadang njiwit nganti nangis, kadang membiarkan kita letoy dengan kesombongan kita sendiri.. 



Untuk : mbak WVF, yang berhasil menghack masuk dalam mimpi malamku, semalam


Komentar