Langsung ke konten utama

Mengapa Bimo Lukar? Sebuah penjelasan belakangan

Sebuah penjelasan telat atas subdomain yang dipilih untuk blog saya ini? Saya pikir tak satupun terlambat. Sejujurnya pemilihan domain itu memang sekedar nama. Apalah arti sebuah nama? Namun sebenarnya dari sisi religi, nama adalah pengharapan dan harapan adalah doa.

Jika kita berwisata di area Dieng dan sekitarnya, melalui pintu masuk sisi Wonosobo, maka kita akan mendapatkan pemandangan sebuah mata air sungai Serayu yang mengalir dari Wonosobo, Banjarnegara, Cilacap, Banyumas dan bermuara di Laut Selatan. Jika kita melalui Cilacap dan Banyumas, air Serayu yang sangat sangat besar penampang lintangnya, atau anda yang berarung jeram di antara Wonosobo - Banjarnegara anda melihat Serayu sebagai salah satu medan arung jeram terganas di Jawa, maka anda tidak akan percaya ketika di Dieng, anda melihat mata air Serayu dapat anda langkahi dengan kaki anda. Mata air itu mengairi banyak sawah ladang di sekitarnya dan menjadi penghidupan bagi masyarakat yang dilaluinya.

Mata air Serayu itu terdapat di Dieng, Kejajar, Wonosobo, dengan nama Tuk Bimo Lukar, yang menurut arti kata adalah Bima melepas pakaian, bima dalam hal ini adalah tokoh wayang. Entah sejarahnya saya juga kurang tahu pasti. Namun sebuah harapan bahwa nama ini kelak bisa menjadi mata air bagi pembacanya. Kelak bisa memberikan apa yang diharapkan oleh pembaca, ataupun sesuatu yang berguna meski kadang tidak diharapkan pada awalnya..





Komentar

Postingan populer dari blog ini

ICU

Malam itu saya masih mondar-mandir dekat ruang tunggu ICU sebuah Rumah Sakit di kota kami. Setenang-tenang menjaga keluarga yang sakit di ruang perawatan khusus memang tidak ada yang enak. Masih berpikir tentang setelah sembuh apa yang harus dilakukan agar yang sekarang sakit menjadi sehat kembali, berpikir juga tentang pekerjaan yang terbengkalai, berpikir juga biaya, dan hal-hal yang terjadi berhubungan akibat dengan adanya sakit tersebut. Sekonyong-konyong muncul sebuah tandu dorong yang sedang berisi orang sakit, masuk ke ruang ICU dengan peralatan infus dan lain sebagainya. Sepertinya seorang wanita. Tandu didorong oleh tiga orang lelaki berseragam operasi, dan dipandu seorang wanita yang juga masih menggunakan masker operasi. Tandu didorong masuk ruangan, dan seorang laki-laki bermasker tadi meminta keluarga berhenti pada batas ruangan, meminta agar keluarga tidak memasuki ruangan ICU lebih dulu. Wajah tegang dan gelisah terlihat di wajah para anggota keluarga. Ada sekit

Bandara Hasanuddin dan Gadis Kecil dengan Nada Mutlak...

Kisah berkesan ini terjadi di Bandara Hasanuddin Makassar, tahun 2016. Beberapa kali berada di Bandara ini selalu ada kesan yang tak terlupa. Saya pernah tertidur di sana karena connecting-time yang sangat panjang akibat delay pesawat menuju Jogja. Saking seringnya bersendiri di Bandara itu, saya sampai apal motif atap khas Bandara Sultan Hasanuddin. Dulu, bandara ini adalah bandara terbaik se-Indonesia. Sebelum akhirnya proyek-proyek infrastruktur Pak Jokowi membuat keindahan bandara ini memiliki saingan yang sangat banyak.  Hari itu, masih di bulan Ramadan tahun Masehi 2016, saya dapat perjalanan yang insidensial. Saya terpaksa berangkat karena ada satu insiden di salah satu rekanan di Manokwari. Saat hari keberangkatan ke Manokwari saya senang sekali. Karena saya akhirnya dapat berkunjung kembali ke Papua. Meskipun pakai Lion Air, tak ada delay sama sekali sampai Manokwari. Jogja - Surabaya - Makassar - Ambon - Manokwari. Saya juga senang karena saat di bandara Surabaya, saya diaja

Gitar, Harmonika dan Saya

Catatan ini saya sadur ulang dari tulisan notes facebook saya di : https://web.facebook.com/notes/wahyu-bimo-sukarno/gitar-harmonika-dan-saya/1168026233241917/  Ada bagian yang saya tambahi, ada bagian yang saya kurangi. Saat membaca lagi beberapa catatan lama di Facebook, beberapa catatan membawa kembali saya ke masa itu. Masa yang membawa saya hingga menjadi seperti ini. Dalam ajaran Jawa ada quote : " Aja lali sangkan paraning dumadi ". Jangan kau melupakan asal-usul kejadianmu. Baik kejadian kehidupan, maupun kesuksesan. Berikut nukilan Facebok saya tahun 2016 itu.